Suka dan Duka Menjadi Mahasiswa Ilmu Komunikasi
13
Aug

Suka dan Duka Menjadi Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi? Terdengar sangat tidak asing bukan di telinga kita. Ilmu komunikasi adalah salah satu dari berbagai banyaknya ilmu yang ada di sekitar kita. Ilmu Komunikasi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana kita harus berkomunikasi dengan baik dan benar. Di Indonesia sendiri, Ilmu Komunikasi dipelajari di berbagai universitas-universitas yang ada, dan tentunya Ilmu Komunikasi merupakah salah satu program studi yang luar biasa banyak peminatnya.            

Banyak yang beranggapan belajar Ilmu Komunikasi itu sangat mudah, stereotype yang sangat melekat adalah “anak komunikasi belajar ngomong doang” . padahal belajar di Ilmu Komunikasi juga terdapat lika-liku yang dihadapi.

Foto: Illustrasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Di Ilmu Komunikasi mahasiswa akan mempelajari berbagai jenis komunikasi yang ada seperti komunikasi intrapersonal (komunikasi dengan diri sendiri), komunikasi interpersonal (komunikasi dengan orang lain), komunikasi organisasi, komunikasi kelompok, hingga komunikasi massa. Disini kita akan membahasa suka dan duka yang dialami oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi yang paling banyak dirasakan, dibawah ini ulasannya.

Berikut merupakan suka yang dialami mahasiswa Ilmu Komunikasi:

1.Bertemu dengan semua kalangan menjadikan relasi semakin luas

Kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi membuat kamu dituntut untuk bisa bersosialisasi degan banyak orang, menjadi orang yang percaya diri dan tidak malu-malu merupakan kunci keberhasilan kamu sebagai anak Ilmu Komunikasi, kamu akan belajar untuk bisa bicara dihadapan banyak orang, maka dari itu relasi kita akan semakin luas karena kita akan bertemu banyak orang dari berbagai kalangan, tidak hanya di dalam kampus.

2.Iklan, Jurnalisme, Public Relations, dan TV merupakan “separuh jiwa” mahasiswa komunikasi

seratus persen benar kalau dikatakan iklan, jurnalisme, public relations, dan televisi adalah separuh jiwa mahasiswa Ilmu Komunikasi. Karena Ilmu Komunikasi sangat rekat hubungannya dengan hal-hal yang disebutkan tadi. Mengapa? Karena di dalam Ilmu Komunikasi dipelajari juga hal-hal yang berkesinambungan dengan hal-hal tersebut, bisa jadi bertemu di mata kuliah atau mungkin hal-hal yang disebut di atas adalah konsentrasi yang akan dipilih.

3.Bisa dibilang jurusan fleksibel karena bisa bekerja dimana saja

Di jurusan Ilmu Komunikasi, kalian juga akan belajar ilmu-ilmu yang lain contohnya Psikologi Komunikasi, Antropologi Komunikasi, Sosiologi Komunikasi, Filsafat Komunikasi, Komunikasi Politik, dan lain-lain. Sehingga memungkinkan kita untuk mempelajari lebih dalam ilmu-ilmu tersebut di ranah komunikasi, maka dari itu kelak jika lulus menjadi sarjana Ilmu Komunikasi, kalian tidak akan hanya sekedar belajar komunikasi semata, sehingga memungkinkan kalian memiliki banyak prospek kerja ketika lulus menjadi sarjana Ilmu Komunikasi.

4.Skills komunikasi verbal dan non-verbal bisa berkembang

Untuk yang belum paham apa itu komunikasi verbal dan non-verbal, komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan berupa lisan maupun tulisan, sedangkan komunikasii non-verbal adalah komunikasi yang dilakukan tanpa lisan atau hanya menggunakan bahasa tubuh contohnya bahasa isyarat. Di jurusan Ilmu Komunikasi tentunya akan diperdalam lagi hal-hal seperti itu, sehingga kebanyakan anak Ilmu Komunikasi memang cukup mahir dalam mengartikan komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal lawab bicaranya.

Berikut merupakan duka yang dialami oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi

1.Sulit ketika harus memilih konsentrasi jurusan

Di jurusan Ilmu Komunikasi yang telah memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi sendiri, biasanya kita harus memilih kembali konsentrasi, biasanya di semester 5 kita akan memilih konsentrasi tersebut. Di Ilmu Komunikasi biasanya terdapat beberapa konsentrasi seperti Jurnalistik, Public Relations, Manajemen Komunikasi, Televisi dan Film, dll. Disebut duka karena biasanya para mahasiswa mulai galau menentukan kemanakah arah ilmu yang akan mereka kaji lebih dalam, karena jika sudah memilih tidak mungkin bisa dibatalkan lagi.

2.Stereotype “anak ilmu komunikasi modalnya cuma bisa ngomong aja”

Sangat rekat rasanya stereotype “anak komunikasi hanya modal ngomong aja”, “anak komunikasi pasti gaul”, “anak komunikasi hanya kebanyakan gaya”. Karena biasanya gaya anak komunikasi dengan jurusan lainnya berbeda atau bisa dibilang lebih nyentrik sehingga orang-orang memberi label seperti yang sudah disebutkan tadi.

3.Perasaan menjadi bosan tetapi banyak yang harus dipelajari

Banyak teori banyak juga praktek, itu dialami oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi. Mahasiswa akan ditemui dengan semester yang sedang banyak-banyaknya teori, dan semester yang sedang banyak-banyaknya praktek. Tidak mudah melaluinya karena  rasa bosan pasti saja datang menghampiri kalian, oleh karena itu kalian harus mengimbangi antara teori dan praktek tersebut dengan cara kalian tersendiri.

4.Masa ujian sangat menguji kemampuan memori otakmu

Hapalan-hapalan tiap mata kuliah di Ilmu Komunikasi membuat otakmu sangat diuji kemampuannya, karena menghadapi ujian di Ilmu Komunikasi lebih banyak untuk menghapal teori, bisa saja mata kuliah praktek tetap ada ujian tertulis dan tentunya kita harus mengingat hapalan-hapalan mata kuliah bersangkutan tersebut. Maka dari itu ujian jangan disepelekan karena akan sulit bila tidak bersungguh-sungguh.